Tuesday, October 18, 2016

MotoGP: Marquez Sebenarnya Tak Berharap Kemenangan di Jepang



Marc Marquez mengutarakan, juara sejati adalah ketika pembalap berhasil mengatasi tekanan dan tidak membuat kesalahan yang sama. Pernyataan itulah yang terucap usai dirinya merebut gelar juara dunia ketiga di kelas utama MotoGP 2016.

"Juara sejati mungkin bisa dirasakan ketika Anda mampu mengatasi tekanan dan tidak membuat kesalahan yang sama. Saya telah belajar banyak dari tahun lalu bagaimana memahami setiap balapan, dan di tahun ini saya mencoba untuk menerapkannya," ungkap Marquez seperti dikutip Speedweek, Senin (17/10/2016).

Marquez sebenarnya tidak begitu mengharapkan kemenangan di GP Jepang, akhir pekan kemarin. Hal itu lantaran ia memiliki rapor merah selama mengaspal di Sirkuit Twin Ring Motegi.

Namun, takdir berkata lain. The Baby Alien sukses mengunci gelar juara dunia sekaligus memetik kemenangan perdananya di depan pendukung Honda.

Di Sirkuit Motegi, Marquez membuktikan diri sebagai yang terbaik. Walau, "ada" bantuan dari dua rival terdekatnya: Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang gagal menuntaskan balapan.

Ini hal yang sangat berkesan buat Marquez. Apalagi pasca balapan dia dinobatkan sebagai pembalap termuda yang pernah memenangkan gelar juara dunia lima kali.

Secara keseluruhan, Marquez telah membukukan 55 kali kemenangan di ajang balap motor (grand prix) di mana 29 kali diciptakan di kelas utama. Keberhasilan itu sekaligus menggenapi perolehan gelar juara dunia balap yang pernah dicetak oleh joki asal Spanyol menjadi 46.

Angel Nieto masih menempati posisi teratas dengan raihan 13 trofi. Legenda di kelas 50cc dan 125cc itu adalah salah satu mantan pembalap tersukses yang pernah dimiliki joki Negeri Matador.

Komentar


EmoticonEmoticon